Tentang Kamu
Cinta itu lucu ya, inget ga dulu kamu kan yang bilang "cuma aku satu-satunya" tapi apa, akhirnya kamu juga kan yang bilang "ada yang lain dihatimu". kalau udah gini aku bisa apa? ujung-ujungnya kita hanya akan saling menyalahkan karena masing-masing akan mencari pembenaran atas argumennya.
Ya, itulah yang kadang aku benci dari perempuan, keegoisan kalian selalu menang dan seolah tanpa batas. tapi entah kenapa aku sama sekali nggak ngrasa kaget dengan pernyataanmu. Mungkin karena kamu bukan wanita pertama yang melakukan hal itu padaku. walaupun rasanya tetap saja sakit dan yang membuatnya menjadi menyebalkan karena aku harus mulai belajar melupakanmu, aku harus terbiasa tanpa kamu. kamu tau, ngerubah kebiasaan yang udah lama ada itu ga segampang kita ngetik "putus" di bbm, ga segampang kamu ngehapus data-data di komputer. nggak sesederhana itu.
Kehilangan orang yang udah lama ada dalam hari-hari kita itu rasanya kaya masak mie instan ga pake bumbu. tetep bisa dimakan sih tapi mau diaduk kaya gimanapun rasanya tetep aja hambar. Ha..ha... tenang saja, aku nggak akan memintamu membayangkan bagaimana rasanya karena perasaan itu hanya diketahui oleh dia yang ditinggal sendirian dan mereka yang terlalu pengecut untuk tidak mencari pelarian tidak akan pernah mengerti.
Sampai sekarang aku masih belum mengerti kenapa perempuan senang sekali bersembunyi dibalik lemahnya fisik kalian, mencari pembenaran atas penghianatan untuk menyelamatkan perasaan. lalu bagai mana dengan perasaan kami? apa kalian pikir kami tidak punya hati?, kalian tau ketika hati kami tersakiti kami hanya bisa menyendiri... tidak ada seorangpun dimana kami bisa memperlihatkan air mata kami dihadapannya sebebas kalian dan kalian tau apa yang terjadi saat kami mencoba mencurahkan perasaan kami peda sahabat sesama pria? tentu saja mereka akan menertawakan kami. makanya, kami para pria lebih memilih diam karena hanya itu cara terakhir kami untuk menyelamatkan perasaan dan harga diri kami dimata kalian.
Maaf kalau pernyataanku terlalu kekanak-kanakan. tidak semua wanita sebenarnya, beberapa yang kutemui adalah wanita luar biasa yang menjadi hebat dengan cara yang mengagumkan. ya, tetap saja hanya beberapa. karena yang lebih banyak kutemui adalah adalah mereka yang ketakutan kulinya melepuh kena minyak panas saat memasak, mereka yang membuang-buang waktu untuk menangis sambil menonton drama korea yang akhir ceritannya selalu mudah ditebak dan mereka yang menjerit histeris saat bertemu artis pujaannya yang bahkan mengenal mereka saja tidak.
Mungkin lain kali kalau aku harus jatuh ya cukup jatuh saja nggak usah pake "cinta" soalnya ya "cinta" itu yang bikin repot. Entah sudah berapa malam aku habiskan cuma buat lupain kamu atau paling nggak buat berhenti mikirin kamu. Butuh waktu karena pada akhirnya toh aku terbiasa juga. Iya, terbiasa nahan kangen sama kamu. ha...ha... akhirnya emang ga sengampang itu buat lepas, mungkin karena aku memang belum bisa iklasin kamu. Mau gimana lagi, kata "iklas" itu cuma enak buat diomongin bukan dijalanin jadi ujung-ujungnya aku cuma bisa pura-pura bahagia dan asal kamu tau itu melelahkan.
Sudahlah, kalau akhirya aku tetep masi sayang sama kamu biar itu jadi urusanku masalah kamu masih punya cinta buat aku atau nggak itu urusan kamu. gampang kan?
Aku cuma berharap ini setimpal, semoga keparat yang merebutmu tidak menyia-nyiakan pengorbananku untuk melepaskanmu, semoga dia bisa mencintaimu lebih baik dariku dan semoga penyesalan yang ada padaku tidak terjadi padamu. tidak usah tanyakan lagi bagai mana kabarku karena tentu aku akan menjawabnya dengan kebohongan. tidak usah berpura-pura baik dengan menjadi temanku karena dimataku tingkahmu hanya akan terlihat seperti seorang yang berusaha lepas dariku tanpa merasa bersalah. Aku masih cukup kuat untuk bangkit kisahku tidak berakhir hanya karena kepergianmu kamu hanya tidak lagi menjadi bagian didalamnya, itu saja. :)
Bogor 28072015
Hendar S Rao

Komentar
Posting Komentar