Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2015

Kotak Jebakan

suram.... aku terjebak dalam kotak perangkap penuh hasrat bersama nuansa cerita tanpa warna. hanya ada dinding kusam yang dipenuhi cerita kelam. sisanya, setumpuk mimpi yang membakar diri. sepi... aku ingin lari, lalu perlahan terbang dan menghilang dalam ilalang. kenapa tidak hancurkan saja tembok sialan itu? biar tidak ada belenggu dalam waktu. biar kita berhenti menipu diri dan melewati setiap hari tanpa arti. bosan aku dengan alasan. kalian, hanya pemakai topeng kepalsuan. sekelompok munafik yang datang saat petang. aku ingin berontak, menghabisi semua pekat dalam kepalaku yang penuh sekat malam datang - senja hilang dan aku masih bimbang. terkurung bersama kunang-kunang Bogor 19 april 2015 Hendar S Rao

Hujan Dan Secangkir Teh Hangat

hujan datang lagi... menyapa sepinya hati yang tersandra kebisuan dalam secangkir teh hangat. diantara gemericiknya aku melihat satu impian yang tertimbun dalam jutaan harap. terlupakan oleh berbagai kisah  yang tak pernah berakhir indah. aku kembali mendengar lagu itu suara rindu yang sudah lama  tidak pernah ada. mungkin karena hati yang tak lagi terisi rasa cinta pada nafas hawa  membuatku terlalu banyak lupa bahwa dunia hanyalah sebuah jeda dalam cerita. aku terjebak dalam fatamorgana dan terbutakan  oleh pesan dalam hujan yang tidak bisa kuterjemahkan. semuanya, hanya kujawab dengan diam karena keinginan itu akhirnya ikut mebusuk  dalam genangan. selalu ada yang tak bisa dimiliki... ya sudah, kubiarkan saja  cita-cita itu terbuang di selokan. berharap suatu saat bisa terlupakan. Bogor 16 april 2015 Hendar S Rao ...

Puisi Terakhir

hari ini...  kuputuskan menghapus namamu  dari lembar-lembar buku harian itu. berhenti membuat puisi tanpa arti, tidak ada intuisi lagi disini. dulu... aku pernah memberimu ruang paling indah dalam hatiku. sebuah tempat yang tidak pernah kuberi pada wanita manapun. sampai kau datang membawa badai, membuatnya luluh lantak hingga tidak ada lagi tersisa tempat untukmu. aku bisa saja membuat ruang lain untukmu, tapi aku tau kau tidak akan lagi singgah didalamnya. lagi pula, luka itu sudah terlanjur berdarah dan aku tak mungkin menyembuhkannya hanya dengan berhenti memikirkanmu. jadi, kuputuskan untuk berhenti mencintaimu bukan karena kenangan yang perlahan memudar aku hanya berusaha terlepas dari rasa sakit. aku bukannya menyerah... aku hanya mencoba bangkit dari ketidak mampuan untuk memilikimu. Bogor 13 april 2015 Hendar S Rao

Penjara Hati

untukmu yang hidup dengan ketidak pedulian padaku... kalau ini tentang balas dendam selamat, kau baru saja melakukannya dengan sempurna. tapi kalau ini tentang cinta harusnya kau tau, hatiku bukan sesuatu yang kuberikan hanya untuk dihancurkan. ini bukan lagi tentang benar atau salah ini tentang hatimu. sebuah ruang yang penuh kebimbangan dan entah dihuni oleh siapa. jangan mengajariku soal takdir nona muda. aku sudah melewati terlalu banyak rasa sakit sebelum sampai padamu lalu apa? kau ingin aku pergi dan mengangap semuanya tidak pernah ada? ketahuilah... aku tidak akan pernah mengucapkan selamat tinggal pada orang yang sudah mencuri hatiku. aku sudah mengunduh semua sofware tapi tidak satupun mampu menghapus namamu. aku membeli banyak pembersih, tapi tidak satupun mampu menghilangkan rinduku. katakan aku harus apa? apakah harus kubiarkan semua cerita itu membusuk di tong sampah? kau tidak bisa seenaknya men...